Marah karena di Tilang Emak-Emak Gigit Tangan Polisi

Aksi nekat ibu-ibu yang menggigit tangan seorang polisi di Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (22/2) berbuah status hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melawan aparat yang sedang bertugas dan tuduhan melakukan penganiayaan.

“Pelaku penggigit tangan petugas bernama ATK (45) warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus, sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal berlapis,” kata Kasatreskrim Polres Kudus AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Pasal yang disangkakan yakni pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 212 KUHP tentang perbuatan melawan aparat hukum, serta pasal 213 ayat (1) tentang paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 212.

Sementara itu, Brigadir Erlangga, anggota Satlantas Polres Kudus yang digigit pelaku mengakui, awalnya mendapat laporan lewat pesawat radio bahwa ada pengendara yang tidak memakai helm. Saat itu, dirinya bersama anggota lainnya sedang bertugas di perempatan Bank BNI di Jalan A. Yani Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus pada Kamis (22/2) pukul 06.00 WIB.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, dari arah utara atau dari arah Alun-alun Kudus ada ibu-ibu yang sedang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm,” ujarnya.

Ketika sampai di perempatan Jalan A Yani menuju Jalan Letkol Sudono, pengendara tanpa memakai helm tersebut dihentikan. Dalam menghentikan pengendara tersebut, dirinya sudah melakukannya dengan senyuman, sapa, dan salam.
Saat diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotornya, pengendara tersebut mengaku tidak membawa STNK dengan alasan dibawa anaknya. Demikian halnya, ketika diminta menunjukkan SIM juga tidak mau.

“Setelah itu, saya mengambil kunci motornya untuk penindakan penilangan karena tidak ada barang bukti seperti STNK dan SIM,” ujarnya.

Dalam video yang direkam warganet, ibu-ibu tersebut mengeluarkan lembaran 50 ribuan sejumlah satu juta rupiah. Dengan uang itu, ia meminta polisi membelikannya helm.

Ibu-ibu tersebut ditilang polisi setelah kedapatan tidak memakai helm saat mengendarai motor di jalan raya.
“Ambil, helm satu juta, empat, lima, enam , tujuh, delapan, sembilan…dua puluh. Mana helmnya sekarang,” teriak ibu tersebut sambil menghitung uang dari dompetnya.

Polisi di hadapannya terus berusaha meredam amarah ibu-ibu tersebut. Namun, apa boleh buat, ibu itu tak henti-hentinya meminta helm dari polisi.

“Satu juta untuk beli helm, mana helmnya sekarang, mana?,” kata ibu itu.
Ibu tersebut lalu menghantamkan tangannya ke dada polisi. Tak hanya sekali atau dua kali, pukulannya itu menghujam ke dada polisi berkali kali.

Warga sekitar yang melihat kejadian ini pun tak tinggal diam. Warga berusaha menghentikan aksi emosional ibu berbaju biru ini.

Share This: