Madura United Taklukkan Persija di GBK

Persija Jakarta dipermalukan tamunya Madura United, 0-2, dalam lanjutan pekan kedelapan Go-Jek Liga 1. Berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/5/2018) malam WIB, sumbangan gol dari Fabiano Beltrame dan Zah Rahan membawa Madura United memuncaki klasemen sementara dengan torehan 16 poin.

Pada laga kali ini, pelatih Persija, Stefano ‘Teco’ Cugurra, melakukan rotasi habis-habisan. Dari starting eleven yang biasa menghuni daftar susunan pemain, Teco hanya menyisakan Ismed Sofyan dan Novri Setiawan.

Sisanya, dari sektor penjaga gawang, Daryono didaulat menjadi pos pertahanan terakhir. Untuk menemani Ismed di lini belakang berduet Vava Mario Yagalo dan Gunawan Dwi Cahyo.

Untuk lini tengah hingga ke depan, arsitek asal Brasil ini menugaskan Fitra Ridwan dan Asri Akbar. Sementara untuk lini depan, untuk kali pertama, Teco menduetkan Bambamg Pamungkas dan Rudi Widodo.

Jika Persija melakukan perombakan besar, maka tidak demikian dengan Madura United asuhan Milomir Seslija. Tampil dengan pakem 4-3-3, pemain yang membawa andil meraih tiga angka kala menjungkalkan Persib Bandung seperti Fabiano Beltrame, Greg Nwokolo, dan Zah Rahan Krangar di pekan sebelumnya diturunkan sejak menit awal.
Madura United sepertinya paham dengan rotasi yang dilakukan oleh Persija. Sebab, saat laga baru berusia tiga menit, tim beralias ‘Laskar Sape Kerrab’ sudah unggul via Fabiano.

Sebelum terjadinya gol, Vava kedapatan melanggar Bayu Gatra dari belakang di dalam kotak 16. Tanpa kompromi, wasit Thoriq M. Alkatiri langsung menunjuk titik putih. Daryono sejatinya mampu menepis tembakan Fabiano, akan tetapi tepisan yang kurang sempurna mampu dimanfaatkan eks penggawa Persela Lamongan itu. Skor 1-0, Madura United unggul.

Tertinggal satu gol, Persija harus pasrah terus menerus ditekan hingga 15 menit jalannya laga. Sebab, selepas terjadinya gol, Greg Nwokolo, Slamet Nurcahyo dan Zah Rahan berhantian memberikan ancamam.

Paling nyata adalah aksi Greg pada menit ke-10. Lewat kerja sama dengan Zah Rahan, eks penggawa tim tuan rumah ini mampu melepaskan sepakan di dalam kotak penalti kendati masih melebar.

Persija baru bisa keluar dari tekanan memasuki menit ke-17. Satu-satunya peluang didapatkan melalui tempakan percobaan dari Fitra Ridwan dari luar kotak penalti. Akan tetapi, sepakannya ini hanya menghasilkan sepak pojok.
Sebelum terciptanya peluang dari Fitra, serangan tim Ibu Kota hanya kerap mengandalkan serangan dari sisi kanan yang dihuni Ismed dan Novri. Malahan, di sisi seberang, Valentino Telabun dan Rudi Widodo gagal membangun serangan.

Menyerang dari sisi kanan, membuat Andika Rendika Rama tak ingin meninggalkan pos pertahan di sisi kiri. Alhasil, serangan Persija selalu mental oleh pemain binaan internal Persebaya Surabaya ini.

Peluang emas sejatinya hadir bagi Persija via Vava pada menit ke-22. Berawal dari sepakan bola mati Ismed di sisi kiri, penjaga gawang Madura United gagal menghalau sundulan Bambang. Lantas, bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar lewat aksi salto Vava, akan tetapi masih menjauh dari gawang.

Jelang berakhirnya babak pertama, Madura United yang kerap melakukan strategi serangan balik berhasil menciptakan dua peluang. Lagi dan lagi, aksi Greg yang membuat Vava dan Gunawan ketar ketir. Beruntung bagi Persija, sepakan pemain berdarah Nigeria ini masih menjauh dari gawang yang dijaga Daryono.
Alhasil babak pertama pun berakhir untuk keunggulan Madura United 1-0.

Kembali dari ruang ganti, Persija yang tertinggal satu angka melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Ramdani Lestaluhu untuk menggantikan Fitra Ridwan. Hasilnya memang tak instan. Namun, masuknya Ramdani membawa angin segar di lini tengah Persija.

Saat laga memasuki menit ke-54, Persija bisa saja memperkecil ketertinggalan melalui sepakan penalti. Berawal dari umpan satu dua antara Bambang dengan Rudi, Bambang yang melakukan tendangan lob sempat mengenai lengan Fachrudin Aryanto. Namun, kali ini, usaha legenda Persija itu berujung nihil karena wasit Thoriq menilai tak ada pelanggaran di sana.

Selepas gagalnya peluang, Teco kembali melakukan pergantian pemain. Kali ini Teco melakukan dua pergantian dengan memasukkan Riko Simanjuntak dan Marko Simic untuk menggantikan Rudi Widodo dan Bambang Pamungkas.

Hasilnya terbilang baik, memasuki menit ke-65, Riko mampu mengancam gawang Fery melalui sepakan bebas dari sisi kiri. Akan tetapi, sepakan bola mati eks penggawa Semen Padang itu masih menipis di atas gawang.

Masuknya Simic dan Riko membuat pertahanan Madura United mulai ketar-ketir. Lini tengah yang diisi Bayu Gatra, Nuriddin Davronov dan Slamet Nur Cahyo tak bisa bebas mengalirkan bola kepada Greg ataupun Zah Rahan.
Selain itu, lini belakang yang diisi Fabiano dan Fachrudin pun kerap melakukan kesalahan antisipasi bola tusukan Ramdani, Riko, serta Simic.

Sepanjang 70 menit jalannya laga peluang emas didapatkan oleh Simic. Berawal dari pergerakan Riko yang lepas dari penjagaan Rendika, Riko mampu melepaskan umpan matang kepada Simic. Akan tetapi, saat berhadapan dengan penjaga gawang, Simic gagal menceploskan gol.

Selain kegagalan Simic, peluang gol kembali didapatkan oleh Ramdani dua menit selepas peluang. Meski berhasil menceploskan bola, namun bendera offside telah diangkat asisten wasit, Ramdani yang telah berselebrasi terpaksa menahan diri karena golnya dianulir.

Asyik menyerang, Persija lupa akan pertahanan. Dan imbas dari kelengahan itu dimanfaatkan Madura United lewat serangan balik. Adalah Zah Rahan yang menggandakan keunggulan pada menit ke-78 lewat sepakan kaki kiri mendatarnya usai melewati Gunawan. Skor 2-0 untuk keunggulan Madura United.

Unggul dua gol membuat Madura United di atas angin. Persija yang tertinggal pun berupaya memperkecil ketertinggalan, salah satunya melalui sepakan bola mati Simic di tambahan waktu babak kedua. Akan tetapi hingga berakhirnya laga, skor 2-0 tetap terpampang untuk keunggulan Madura United.

Share This: