5 Orang Anak Masih Terjebak di Gua Tham Luang Thailand

Tim penyelamat pada hari Senin (09/07) berhasil membawa keluar empat anak dari dalam gua tempat mereka terperangkap bersama pelatih sepak bola mereka dalam dua pekan terakhir.

Senin ini adalah hari kedua misi penyelamatan dramatis untuk mengeluarkan mereka.

Pada hari Minggu, tim SAR berhasil membawa keluar empat anak, sehingga jumlah keseluruhan yang diangkat adalah delapan anak.

Jumlah anak yang terperangkap di gua sejak Juni lalu adalah 12 orang.

Dalam operasi hari Senin yang dimulai pada pukul 11.00 waktu setempat, tim terlihat membawa tandu dan seseorang berada di tandu ini sebelum dimasukkan ke ambulans.

Cuaca masih menjadi kendala utama dan dengan hujan yang tak kunjung reda, air hujan yang membanjiri lorong gua membuat misi penyelamatan menjadi sangat sulit dan berisiko.

Kompleks gua Tham Luang tempat para remaja itu terperangkap sejak 23 Juni lalu ibarat sistem labirin dengan celah beragam ukuran.

Ketinggian beberapa celah melebihi 10 meter, sedangkan celah lainnya begitu sempit dan direndam air.

Hal ini menimbulkan potensi bahaya bagi regu penyelamat. Dan kematian seorang mantan penyelam Angkatan Laut Thailand, yang merupakan bagian dari tim pemasok suplai tabung udara kepada para remaja, menjadi bukti bahaya tersebut.

Bagaimana mereka akan lolos?

Para penyelam yang dilengkapi peralatan pernapasan khusus bertemu dengan para remaja setelah melewati serangkaian celah sempit terendam air. Remaja-remaja tersebut akan dibawa ke luar lewat jalur yang sama.

Pemerintah Thailand sudah punya skema yang jelas untuk melakoni operasi ini.

Dua penyelam akan mendampingi setiap remaja dan memandu mereka di tengah kegelapan menggunakan tali.

Di celah sempit, para penyelam harus mencopot tabung udara mereka dan menyelinapkan remaja-remaja itu beserta semua tabung.

Setiap remaja diberikan masker wajah—yang pemakaiannya lebih mudah bagi penyelam pemula.

Operasi menyelam dianggap beberapa kalangan sebagai opsi yang amat berbahaya. Namun, sejumlah pakar menyelam Inggris mengatakan prioritasnya adalah mengeluarkan para remaja sebelum hujan menimbulkan banjir dan membawa puing-puing ke dalam lorong-lorong gua.

Martin Grass, ketua Kelompok Menyelam di Gua, menduga para penyelam kemungkinan menginstruksikan ke-12 remaja dan pelatih mereka untuk tidak menahan napas, memakai sepatu katak secara perlahan, dan bernapas dengan rileks.

Keberadaan dua penyelam yang mendampingi setiap remaja, menurut Grass, penting “untuk memastikan mereka tidak panik”.

Setiap remaja juga dipasangi alat tandem ke salah satu penyelam sehingga tidak ada risiko mereka menghilang di air yang keruh.

“Bisa jadi bonus bahwa para remaja itu masih muda. Sebab ketika seseorang masih muda, mereka cenderung merasa jagoan dan melihatnya sebagai sebuah petualangan,” ujar Grass.

Para remaja itu bisa menghabiskan 10 hingga 15 menit di dalam air, tergantung dari seberapa banyak celah yang terendam air.

Namun perjalanan kembali ke mulut gua, yang mengharuskan mereka berjalan dan merunduk melintasi celah sempit, bisa memakan waktu agak lama.

Bagi regu penyelamat, diperlukan waktu 11 jam bolak-balik sejak masuk ke dalam gua dan kembali ke luar.

Sebagai langkah persiapan, para penyelam sudah menempatkan ratusan tabung udara di dalam gua untuk digunakan regu penyelamat dan para remaja.

Menunggu dan memompa

Selagi operasi penyelamatan berlangsung, mesin pompa terus bekerja guna mengurangi banjir di dalam gua, sebut Gubernur Provinsi Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn.

Menurutnya, taraf air di dalam gua kini mencapai taraf terendah.

Akan tetapi, seberapapun banyaknya air yang dipompa ke luar, air masih bisa masuk ke dalam gua melalui celah-celah dan aliran air pegunungan.

Karena itu, Narongsak mengatakan misi penyelamatan ini “berpacu dengan air”.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah cuaca. Kami sedang menghitung berapa banyak waktu yang tersisa jika hujan, berapa jam dan hari,” ujarnya kepada wartawan.

Mengebor

Aparat Thailand sudah mencoba mengebor dinding gua untuk membantu mengeringkan air di dalam—namun batuan yang tebal menghalangi upaya itu.

Ada juga usulan bahwa mengebor bisa menjadi cara untuk mengeluarkan para remaja itu sehingga mereka bisa diangkat ke luar.

Akan tetapi, untuk memulai proses itu, jalan baru harus dibangun di atas gua untuk memberi ruang bagi alat berat menembus batu.

Selain itu, survei mendalam di kawasan itu diperlukan guna menentukan tempat yang tepat untuk mencapai para remaja dan pelatih mereka.

Share This: