Gempa & Tsunami di Palu dan Donggala

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan beberapa jenazah korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu mulai ditemukan di beberapa lokasi. Salah satunya di bibir Pantai Talise.

Selain di pantai Talise, korban meninggal juga banyak yang ditemukan di jalanan Kota Palu hingga Rumah Sakit setempat.

Sutopo menambahkan, akibat gempa 7,4 magnitudo dan tsunami itu meluluhlantahkan bangunan rumah dan gedung-gedung di Palu. Akibatnya banyak warga meninggal dunia karena tertimpa bangunan roboh. Hanya saja, ia belum bisa merinci jumlah korban gempa dan tsunami secara pasti karena masih terus dalam pendataan tim di lapangan.

“Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,” tuturnya.

Hingga saat ini petugas BPBD, TNI/Polri, Basarnas, organisasi perangkat daerah, dan relawan melakukan evakuasi serta pertolongan terhadap korban. “Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan,” pungkasnya.

Korban meninggal dunia di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), akibat gempa serta tsunami mencapai 832 orang. Data terbaru itu didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“(Sebanyak) 832 orang meninggal dunia,” ucap Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).

Sutopo menyebut jumlah itu terdiri dari 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala. Dia menyebut, meskipun jalur komunikasi masih terputus di Donggala, tetapi ada laporan yang didapat sehingga diketahui informasi mengenai korban meninggal dunia di Donggala itu.

Selain korban jiwa, gempa dan tsunami di Donggala menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Salah satunya Jembatan Kuning, yang menjadi ikon Kota Palu.

Berikut ini informasi sementara terkait bangunan yang rusak:

  • Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura Jala Emy Saelan, ambruk.
  • Hotel Roa Roa berlantai 8 di Jalan Pattimura rata dengan tanah. Di hotel terdapat 76 kamar dari 80 kamar yang terisi oleh tamu.
  • Arena Festival Pesona Palu Nomoni, yang terdapat puluhan hingga ratusan orang pengisi acara.
  • Rumah Sakit Anutapura yang berlantai empat di Jalan Kangkung, Palu, roboh.
  • Jembatan Kuning Ponulele roboh diterjang tsunami.
  • Jalur trans Polo-Poso-Makassar tertutup longsor.

Bandara di wilayah Palu juga mengalami kerusakan, dari runway hingga tower. Bandara ditutup untuk penerbangan komersial. Berikut ini datanya.

  • Bandara Mamuju: Terjadi kerusakan di bangunan tower namun masih berfungsi
  • Bandara Toli-Toli: Normal
  • Bandara Poso: Normal
  • Bandara Luwuk Bangai: Terjadi pergeseran tiang tower namun masih berfungsi.

“Korban meninggal dunia disebabkan oleh 2 hal yaitu tertimpa bangunan kemudian juga diterjang tsunami,” ucap Sutopo.

Dia mengatakan para korban meninggal dunia itu segera dimakamkan secara layak. Sutopo mengaku informasi paling teranyar sejauh ini didapat dari Palu, sedangkan 3 wilayah lain yang terdampak yaitu Donggala, Sigi, dan Parigi, terkendala jalur komunikasi yang putus.

“Yang bisa kita akses komunikasi hanya di Kota Palu, (sedangkan) untuk Donggala, Sigi, dan Parigi belum ada laporan tertulis (mengenai kondisi serta jumlah korban jiwa atau luka),’ sebut Sutopo.

Share This: