Pengakuan Lengkap Ratna Sarumpaet, Pemberi Hoax Terbaik di Negeri ini

Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui dirinya telah menyebarkan hoaks terkait penganiayaan yang viral di media sosial beberapa hari terakhir ini. Dia mengarang cerita kepada anak-anaknya sampai ke calon presiden Prabowo Subianto.
Jumpa pers berlangsung di rumahnya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10), selama 15 menit dan tanpa tanya jawab. Ratna yang memakai baju merah marun dan kerudung itu didampingi oleh Ustaz Ansufri Sambo dan aktivis ACTA. Sepanjang jumpa pers, Ratna juga menangis.

Berikut pengakuan Ratna selengkapnya:
“Saya pencipta hoaks terbaik saat ini ternyata. Mari kita mengambil kepercayaan dari semua ini,” demikian salah satu kalimat Ratna dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, Rabu (3/10).

Berikut transkrip lengkap pengakuan Ratna Sarumpaet:

Bismilllahirrahmannirahim salam sejahtera untuk kita semua. Saya mengucapkan terima kasih terhadap kawan kawan wartawan. Pada saat ini, saya mengakui telah melakukan kesalahan. Saya mohon apapun yang saya sampaikan hari ini sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda. Dan membuat kita semua saling memaafkan

Tanggal 21 September saya mendatangi rumah sakit khusus bedah menemui dokter Sidik Setiamihardja ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri kanan saya
dr Sidik adalah ahli bedah plastik yang saya percaya. Saya sudah empat kali operasi di sana. Tetapi setelah operasi dijalankan tanggal 21, tanggal 22nya saya bangun pagi muka saya lebam-lebam berlebihan. Saya tanya ke dr Sidik, dia bilang itu biasa.

Apa yang saya katakan saat ini menyanggah adanya penganiayaan. Saya pulang dari sana dan lebam-lebam masih ada di pipi saya. Saya mengakui adanya kebodohan yang saya tidak tahu kenapa ini bisa saya lakukan dalam kehidupan saya.

Ketika saya pulang saya membutuhkan alasan kepada anak saya dan saya menjawab baru dipukul orang. Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depan terus dikorek. Namanya juga anak lihat muka ibunya lebam lebam, pasti nanya. Kenapa saya enggak pernah menyangka melakukan ini.

Saya terus mengembangkan ide ide pemukulan yang seperti beredar. Dan itu terjadi berulang-ulang.
Selama seminggu lebih isu tersebut hanya berputar-putar di keluarga saya dan hanya untuk anak-anak saya. Ketika pusing saya hilang dan mulai berhubungan dengan pihak luar semuanya mulai berubah. Saya enggak tahu gimana memaafkan diri saya

Saya kembali dengan kesalahan saya, kembali dengan cerita saya dipukulin. Mohon bukan bermaksud pembenaran, saya mengakui kesalahan saya.

Ketika Fadli Zon datang ke sini, cerita itu yang berkembang. Iqbal datang ke sini yang berkembang juga cerita itu. Hari Selasa foto saya itu berkembang di media sosial

Saya enggak sanggup melihat itu, bahkan di depan Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin indonesia, masa depan saya. Ketika dia mengorek-orek saya saya masih melanjutkan cerita saya.

Sampai kita keluar dari Lapangan Polo saya diam saya biarkan cerita bergulir. Saya merasa bersalah ketika saya bertemu Prabowo dan Amien Rais saya mengerti saya salah tapi saya tidak mencegah
itu yang terjadi, itulah yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan. itu hanya cerita khayal yang entah darimana datangnya setan itu

Saya enggak sanggup melihat Pak Prabowo Subianto membela saya dalam jumpa pers. Saya enggak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya di Cikini.

Dalam sekian hari ini saya berbohong, saya kumpulkan anak anak saya. saya bilang berbohong itu.
Saya berdoa Ya Allah saya tidak berniat seperti itu. Saya berdoa agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita.

Dengan sangat saya memohon maaf kepada Prabowo Subianto. Saya meminta maaf kepada beliau yang telah membela kebohongan yang saya buat.

Dia membela saya, tapi saya berjanji akan memperbaiki ke depan
Saya memohon maaf kepada bapak Amien Rais yang dengan sabar mendengar kebohongan saya yang kemarin ikut jumpa pers.

Saya meminta maaf kepada teman-teman di koalisi 02 saya saat ini membuat hati kalian sakit, saya telah membuat kallian marah.

Demi Allah saya memohon maaf dan saya berharap hal ini tidak mengkhianati perjuangan kita
Saya memohon maaf kepada emak-emak yang selalu menyebut nama saya di perjuangan mereka. Kalian adalah emak emak indonesia

Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terkena dampak dari apa yang saya lakukan. Saya juga meminta maaf kepa semua pihak yang selama ini yang saya kritik dan selama ini berbalik ke saya.

Saya pencipta hoaks terbaik saat ini ternyata. Mari kita mengambil pelajaran dari semua ini.
Segala sesuatu yang tidak penting mari kita hentikan. Saya meminta kepada kawan kawan wartawan saya meminta maaf tidak ada sesi tanya jawab saya khawatir ini menjadi sensitif. Saya sudah memberikan pernyataan dan saya harap ini diterima.

Saya berharap dengan klarfiikais ini saya supaya tidak ada polemik di negeri ini.

Share This: